Posts

Showing posts from April, 2020

Apa yang akan Aku Bawa? (Cermin Diri)

Image
Ramadan Story Day 5               Sumber foto : Internet Cermin… terpaku diri di hadapamu.. menelisik setiap titik rupa diri.. Ya Allah adakah lidah ini bersyukur pada-Mu Atas segala yang ada pada diri?   adakah diri ini tawakal pada-Mu setelah begitu banyak nikmat yang Kau beri...   Allah,  jiiwa-jiwa ini begitu rapuh, dan hati ini luluh lanta tak terurai manakala mata, mulut, tangan, dan kaki kian hanyut kedalam nikmat dunia yang tak pernah berkesudahan,,, Kerdilnya diri bak butiran-butiran debu yang melapisi kaca.. Allah… Allah… Allah Lirih ku sebut nama-Mu mengingat diri yang hina ini… jika suatu saat nanti aku pergi Apa yang akan ku persembahkan di hadapan-Mu…  sementara diri ini penuh noda dan dosa…   Apa yang akan ku bawa? Hartakah…?  Tahtakah…? Rupakah…?   Tidak…..! itu semua hanya akan menemani dunia yang semu ini….   Lalu apa yang akan aku bawa? Ruang kosonh di hati menjerit,   Ya Rabbi...

Manisnya, Boh Rom-Rom Kudapan Khas Aceh untuk Berbuka Puasa

Image
Ramadan Story Day 4 Berbuka puasa baik nya dengan yang manis dan kudapan satu ini paling sering diburu untuk menu berbuka. Boh rom-rom, bagi orang Aceh tentu tidaklah asing dengan si manis ini. Bentuknya menyerupai klepon kalau di jawa. Rasanya yang manis, legit, gurih dan lumer saat digigit menjadikan boh rom- rom banyak disukai di berbagai kalangan.  Saat bulan ramadan, boh rom-rom paling banyak dijumpai pada lapak-lapak penjual takjil. Jika ada acara buka puasa bersama keluarga maupun di tempat umum seperti masjid, acara hajatan dan lainnya, kudapan satu ini juga kerap di sajikan. Hari ini sembari menunggu waktu berbuka, saya menyempatkan membuat kudapan ini. Resepnya simple saja, semua bisa mencobanya di rumah masing-masing. Bahan-bahan - 1/4 bungkus tepung ketan (saya pakai yang merek rose brand) - 2 lembar daun pandan - gula merah untuk isian yang sudah di iris sebelumnya - Air secukupnya - Sedikit  garam - Pasta pandan atau pewarna makanan (boleh di skip) at...

Inspirasi dari Al-Qur'an

Image
Ramadan Story Day 3 Inspirasi dari ayat-ayat pilihan, semoga bisa jadi penginggat diri dan pembaca.  Semoga setiap harinya kita semakin termotivasi untuk mencintai dan mensyukuri anugerah-Nya.  Jadi yuuk, coba move on dari segala rasa yang membelengguh.  #AlBaqarah 214 "Bagaimana mungkin Allah halalkan surga tanpa cobaan? Bagaimana mungkin Allah beri kekuatan jika kita tak pernah rasakan ujian dan kelemahan? hanya saja, Allah telah janjikan bahwa peetolongan-Nya itu dekat." #Al Baqarah 150 "Sempurnakan rasa takut kita kepada Allah, Agar Allah pun sempurnakan nikmat-Nya kepada kita." #Ali Imran 60 "Kenalilah kebenaran, sebab ia datang dari Rabbmu. Berpegang teguhlah pada jalan itu, dan jangan sedikitpun kamu ragu." #Ali Imran 185 "Kemenangan adalah saat surga yang seluas langit dan bumi, kemudian kita termasuk penghuninya. Kemenangan adalah saat neraka yang bahan bakarnya batu dan manusia, kemudian kita dijauhkan darinya." #Al Insyiqaa...

Kuliner Menu Berbuka Puasa Khas Aceh

Image
Ramadan Story Day 2 1. Air tebu  Air tebu atau jus (perasan) tebu memiliki rasa manis alami yang kuat dan khas. Karena rasa manisnya yang didapat secara alami tanpa proses kimiawi, air tebu yang memiliki banyak khasiat ini diyakini sangat cocok untuk menu (takjil) berbuka puasa. Tak heran jika selama ramadan lapak-lapak penjual air tebu di Aceh ramai dengan antrian pembeli.  sumber foto : internet 2. Kelapa Muda Bakar  Kelapa muda bakar atau dalam bahasa aceh di kenal dengan u teutot. Menu satu ini sangat mudah di jumpai di kabupaten Aceh Barat. Setiap bulan ramadan hampir setiap titik yang menjual takjil berbuka menyediakan menu ini. Selain mampu mengatasi dehidrasi setelah berpuasa seharian kelapa muda bakar juga di percayai mampu mengobati asam lambung dan batuk. Sumber foto : internet 3. Seunicah Buah (Rujak Aceh) Rujak Aceh ini dibuat dari parutan buah-buahan seperti bengkuang, mangga muda, mentimun serta buah...

Jangan Biarkan Jiwa Terpuruk karena Sesuatu yang tak Seharusnya

Image
Ramadan Story Day 1 Dia hampir kehilangan hati, Ketika segumpal darah itu dibiarkan dijamah tangan yang baginya begitu ramah. Dia hampir kehilangan hari saat waktunya senantiasa diiringi sapaan salam penuh alunan kerinduan. Dia hampir kehilangan diri saat menyambut sosok yang baginya terpuji datang mengisi. Dia hampir kehilangan semua, karena memang belum masanya untuk memelihara bunga di jiwanya… Saat tiada tempat tuk merapat. Ketika merasa tiada yang kan menerima. Tak perlu pelihara pilu. Ada satu yang selalu membuka pintu, selama engkau mau, selama nafas masih melaju di paru… “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya…” (Qur'an, surah, Az Zumar:54) Kenapa harus mengikat diri pada hal yang belum pasti. Kenapa menghambakan diri pada sosok yang belum tentu memberikan kemanfaatan. Hanya dengan sedikit rayuan dan kata-kata indah penuh kepalsuan, rela membutakan mata hati dan tak peduli pada hukum syar’i yang telah diketahui. Wahai diri, b...

Tradisi Meugang di Tengah Pandemi Covid-19

Image
Aceh memiliki tradisi yang menarik menjelang bulan puasa, Idul Fitri dan Idul Adha. Tradisi meugang, tradisi ini sudah di laksanakan turun temurun ini- identik dengan makan daging sapi atau kerbau bersama keluarga. Di hari meugang sejak pagi masyarakat akan berbelanja daging di pasar yang kemudian di olah menjadi aneka ragam masakan dengan cita rasa khas Aceh.  Tradisi meugang juga di tulis dalam qanun Al-Asyi pada masa kerajaan Aceh Darussalam. Dimana dalam tradisi ini memberi kesempatan kepada para fakir, miskin dan dhuafa maupun lainnya bisa merasakan hak yang sama dalam menyambut bulan suci Ramadan. Tahun ini di tengah wabah virus corona atau covid-19 tidak menjadi alasan untuk meniadakan tradisi meugang. Momen sakral ini masih di laksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan imbauan dari pemerintah provinsi dan masing-masing kabupaten. Protokol mencakup: jaga jarak, physical distancing,dan tidak berkerumun.  Beberapa pemerintah daerah ...

Al Fatihku

Image
11 April 2005      Hari ini, di setiap detik yang berlalu akan kurekam dengan baik dalam ingatan. Mendengar tangisan pertamamu mewarnai kehidupan baru kita. Iya, hari ini lembaran baru hidupku telah dimulai bersamanya setelah empat bulan yang lalu badai bencana mendera Bumi Rencong. 12 April 2005 Muhammad Al Fatih, itulah nama yang kuberikan untuknya. Berharap kelak ia tumbuh dengan akhlak mulia meneladani Nabi Muhammad Saw dan menjadi mujahid Islam setangguh Al Fatih. Kini dialah poros kebahagiaan dan tumpuan kasih sayangku.   “Abi, Fatih akan kubesarkan dengan kasih sayang dan pendidikan Islam seperti harapanmu.”  11 Oktober 2005      Usiamu kini sudah enam bulan. Tingkahmu semakin aktif dan mengemaskan. Dan syukurku semakin tak terhingga pada-Nya karena Fatih tak pernah rewel saat kubawa bekerja. Keinginan untuk selalu bersamanya di rumah memang begitu besar, namun demi masa depannya nanti aku juga perlu b...