Posts

Showing posts from March, 2014

Love With Your heart,not yours eyes Bab 18

Bab 18 Nazril.... “Muslimah bukanlah layang-layang yang bisa ditarik ulur perasaannya, bukan juga pancingan yang diumpan, ditarik lalu dilepas kembali diberikan pujian namun akhirnya menyakitkan di janjikan dengan harapan palsu namun dikhianati kemudian”.. Kalimat itu terus terulang di kepalaku, Nisya benar aku memang pengecut yang telah mengkhianati dan menyakiti perasaannya.   Bahkan sudah sebulan sejak pertemuan terakhir kami, kata-kata itu masih terekam jelas di ingatanku. Pelik memang jika di fikirkan, aku yang notabennya mantan idola kampus yang bisa mendapatkan gadis mana saja yang aku suka untuk kali pertama di tolak oleh seorang Nisya. Tak bisa kubayangkan jika salah satu dari teman kuliahku dulu tahu kalau aku di tolak oleh seorang gadis, mengingat hampir seluruh teman-temanku iri denganku yang sering di tembak cewek. Namun sejak kuliah aku hanya dekat dengan Diana dan hanya Diana yang bisa mengisi tempat istimewa di hatiku. Tapi kini, setelah delapan tahu...

Love With Your heart,not yours eyes Bab 19

Nisya menunggu harap-harap cemas, di hadapannya Bu Eliza selaku dosen pembimbingnya sedang memeriksa Skripsi yang telah di selesaikannya. Dua puluh menit telah berlalu Ibu Eliza masih fokus membaca Skripsinya, dalam hati Nisya tak henti-henti melantunkan doa ‘Ya ALLAH, mudahkanlah...mudahkanlah’. Nisya Sangat berharap Skripsinya bisa di terima dan bisa mengikuti sidang munggu depan. Setelah satu semester di lewati untuk menyelesaikan tugas akhirnya. “sejauh ini tidak ada masalah Nisya, minggu depan kamu bisa langsung mengikuti sidang nanti saya berikan rekomendasinya” ujar bu Eliza. “Alhamdulilllah Ya ALLAH.. terima kasih bu” Nisya tak dapat menyebunyikan kebahagiaannya. “saya kagum dengan tekat dan semangatmu untuk menyelesaikan skripsi barakallah ya Nak” “Aamiin sekali lagi terima kasih banyak bu” Nisya mencium telapak tangan Dosen pembimbingnya. Setelah dari ruangan Ibu Eliza, Nisya menuju mushala fakultasnya, masih ada waktu dhuha. “Assalamu’alaikum” sapa seoran...

Love With Your heart,not yours eyes Bab 12

Nazril   Aku hanya merengut kesal, saat Dhea tiba-tiba datang ke kantorku memaksaku ikut dengannya. Dan kini disinilah aku di dalam mobil yang di kemudikan Dhea. “Dee... kamu mau bawa aku kemana sih? Udah malam ini”. Gerutuku. “udah, Abang Nazril diam aja dulu, biasanya juga pulang larut malam ngak ada masalah kan?” Dhea masih fokus menyetir. “terserahlah, aku pusing” “semua akan baik-baik saja jika Abang Nazril Akim tak pernah berniat membatalkan pertunanganmu dengan Kak Nisya” “Deee.. please berapa kali lagi harus ku jelaskan, aku tak ingin menikah dengan gadis gendut itu” Dhea dengan tiba-tiba menhentika mobil hingga tubuh Nazril condong ke depan, untung seatbeat terpasang dengan baik. “Deee.. kenapa berhenti mendadak sih”. Jerit Nazril. “kita udah sampai ayo turun” ujar Dhea datar sembari melepas seatbeatnya. “sampai? Dimana ini” Nazril melihat ke luar jendela. Mobilnya berhenti di sebuah rumah sederhana tak jauh dari jalan raya. Ia mengeyirkan dahi ...