Love With Your heart,not yours eyes Bab 18
Bab 18 Nazril.... “Muslimah bukanlah layang-layang yang bisa ditarik ulur perasaannya, bukan juga pancingan yang diumpan, ditarik lalu dilepas kembali diberikan pujian namun akhirnya menyakitkan di janjikan dengan harapan palsu namun dikhianati kemudian”.. Kalimat itu terus terulang di kepalaku, Nisya benar aku memang pengecut yang telah mengkhianati dan menyakiti perasaannya. Bahkan sudah sebulan sejak pertemuan terakhir kami, kata-kata itu masih terekam jelas di ingatanku. Pelik memang jika di fikirkan, aku yang notabennya mantan idola kampus yang bisa mendapatkan gadis mana saja yang aku suka untuk kali pertama di tolak oleh seorang Nisya. Tak bisa kubayangkan jika salah satu dari teman kuliahku dulu tahu kalau aku di tolak oleh seorang gadis, mengingat hampir seluruh teman-temanku iri denganku yang sering di tembak cewek. Namun sejak kuliah aku hanya dekat dengan Diana dan hanya Diana yang bisa mengisi tempat istimewa di hatiku. Tapi kini, setelah delapan tahu...