Membahagiakan Mamak
Sekali lagi kutatap wajah nan teduh itu dengan hati sedih. Terbayang rasa sakit yang mendera tubuhnya begitu menyiksa namun tak kutemukan tangis di sana. Aku mencoba untuk tetap tenang walau kabut mulai menghiasi mata saat menyaksikan tubuh renta itu terbaring di ruang perawatan untuk yang kesekian kalinya. “Mamak tidak apa-apa Aisha” Ucapnya sembari mengelus tanganku lembut. Aku menggeleng, berusaha menyembunyikan tangisku. Mamak berkata baik-baik saja saat tubuhnya terkapar di ruang perawatan rumah sakit. Tak pernah mengeluh sedikitpun atas sakit yang setia menemaninya selama ini. “Ibu Khatijah harus selalu di jaga kondisinya, jangan sampai kelelahan jika kondisi kesehatan beliau kian menurun tak menutup kemungkinan terburuk yang bisa terjadi” Terang Dr. Kamil, dokter yang selama ini menangani Mamak. Bang Ridha yang duduk di sebelahku hanya mampu menunduk, penampilannya terlihat kacau dengan lengan kemeja yang di tarik asal. Beberapa jam yang lalu ba...