Posts

Showing posts from January, 2015

Membahagiakan Mamak

Sekali lagi kutatap wajah nan teduh itu dengan hati sedih. Terbayang rasa sakit yang mendera tubuhnya begitu menyiksa namun tak kutemukan tangis di sana. Aku mencoba untuk tetap tenang walau kabut mulai menghiasi mata saat menyaksikan tubuh renta itu terbaring di ruang perawatan untuk yang kesekian kalinya.  “Mamak tidak apa-apa Aisha” Ucapnya sembari mengelus tanganku lembut. Aku menggeleng, berusaha menyembunyikan tangisku. Mamak berkata baik-baik saja saat tubuhnya terkapar di ruang perawatan rumah sakit. Tak pernah mengeluh sedikitpun atas sakit yang setia menemaninya selama ini.   “Ibu Khatijah harus selalu di jaga kondisinya, jangan sampai kelelahan jika kondisi kesehatan beliau kian menurun tak menutup kemungkinan terburuk yang bisa terjadi” Terang Dr. Kamil, dokter yang selama ini menangani Mamak. Bang Ridha yang duduk di sebelahku hanya mampu menunduk, penampilannya terlihat kacau dengan lengan kemeja yang di tarik asal. Beberapa jam yang lalu ba...

Doa Mamak

Mamak.. Wanita tangguh yang telah melahirkanku kedunia Mamak tak pernah mengeluh Walau kutahu rasa sakit itu Setia menemani di usia senjanya Mamak.. Sosok sederhana dengan sejuta cinta Bagi kami anak-anaknya Doa dan kasih sayangnya selalu tercurah Meski aku tak pernah tahu Doa mamak.. Mengatarkan sayap-sayap cinta-Nya Selalu menjadi pengingat saat aku lalai Doa Mamak menjadi penuntun saat aku goyah Dan akupun ingin selalu mendoakan Mamak Seperti Mamak yang selalu mendoakanku Karena lewat doa Mamak Ada sayap-sayap cinta dari-Nya Alue-Bilie, 19 Desember 2014

Sahabat Kecil Di Kampung

“Kak Zahra, aku mau belajar dengan kakak” Ujar seorang gadis kecil dengan buku dan pensil di tangannya. Namanya Siti Aminah namun oleh teman-teman sebayanya sering di panggil Kuntes. Gadis kecil yang rajin mengunjungi Posko KKM kami di kampung. Aku tersenyum melihat semangat belajarnya. “Insya Allah nanti siang belajarnya ya dik, pagi ini kakak harus ke posko kecamatan” Terangku. “Ayolah kak, belajarnya sebentar saja pun boleh, aku tak mau belajar bersama mereka nanti mereka ribut sekali kalau belajar” Bujuknya dengan logat Medannya. “Maaf dik, kakak sekarang harus bersiap-siap dulu, nanti siang datang lagi ya” Sebenarnya aku tidak tega menolak keinginan gadis kecil di hadapanku ini. Dia termasuk anak yang pandai diantara anak-anak kampung yang mengikuti kegiatan belajar bersama kami selama seminggu ini. “Kuntes pulanglah dulu, nanti siang datang lagi ya” Ujar Lina temanku. Aminah akhirnya pulang juga setelah aku menjanjikan akan mengajarinya sendiri nanti sore. “Kena...