Love With Your heart,not yours eyes Bab 26
Nisya..
“lalu bagaimana Dee, apa
kamu tak ingin menceritakan sesuatu pada kakak tentang Bang Randi?” saat ini
aku dan Dhea sedang berada di rumahnya. Tepatnya Dhea memintaku untuk memaksaku
dirumahnya malam ini.
Dhea meletakkan bantal di
pangkuannya, tertunduk diam.
Aku menghela nafas pelan,
mungkin Dhea merasa tidak nyaman dengan pertanyaanku. “Baiklah, jika Dhea tak
mau cerita kakak tidak akan memaksa Cuma kakak hanya ingin mengingatkan tak
baik bagi seorang wanita menunda-nunda jawaban atas pinangan seorang lelaki”
“Dhea bingung kak”
ucapnya lirih.
“Dee... apa yang
membuatmu bingung?” kucoba untuk menatap matanya yang memancarkan kegelisahan.
“Dhea.. Dhea... takut tak
bisa menerima Bang Randi sepenuhnya” jawabnya.
“Maksud Dhea?”
“ya.. kakak kan tahu,
Bang Randi itu seorang pengacara kan?”
“hu’u.. bang Randi memang
Pengacara tapi bukan pengangguran banyak acara kan?” ujarku dengan senyum.
“Kaaaaakkk.... Dhea
serius lagi!” rajuk Dhea.
“Iya kakak tahu, trus
kalau Bang Randi itu pengacara kenapa? Ada masalah dengan pekerjaannya?”
“yah, kakak bayangin aja
sendiri pengacara itu pasti akan sering berhubungan dengan wanita apalagi jika
dia menangani kasus perceraian dhea ngak mau punya suami yang sibuk ngurusin
urusan rumah tangga orang lain” jelasnya.
Dan, aku langsung menutup
mulut dengan tangan mencoba menahan kegelian hatiku akan sifat kecemburuan
Dhea. Selama ini Dhea menghindari Bang Randi karena alasan ini rupanya.
“Tuh.. kan kakak
menertawakan Dhea” rajuknya lagi.
“hehee.. afwan Dee, kakak
hanya tidak menyangka jika selama ini Dhea sudah cemburu duluan dengan
pekerjaan Bang Randi” cengirku.
“huufftt...”
“Dhea udah istikharah?”
“Udah kak”
“trus bagaimana?”
“Dhea rasa ada feeling
dengan Bang Randi, tapi itu dia kenapa sih dia mesti jadi pengacara kenapa ngak
kerja kantoran aja kayak Bang Nazril” gerutu Dhea.
“Dhea, ALLAH telah
mengatur rezeki seseorang dengan jalannya sendiri dan mungkin menjadi pengacara
itu adalah jalan ALLAH mengatur rezeki bagi Bang Randi dan Dhea pengacara itu
juga pekerjaan yang mulia lho, InsyaALLAH akan menjadi ladang Pahala tersendiri
bagi Bang Randi saat ia menolong menangani kasus orang-orang yang terdzalimi”
tuturku.
“iya sih kak, tapi kalau
yang di tangani kasus perceraian bagaimana?”
“InsyaALLAH kakak yakin
Bang Randi bisa menempatkan dirinya dengan baik sebagai wujud
profesionalitasnya dalam bekerja, Dee.. kadang memikiran negatif itu tak
seharusnya di ikuti cobalah untuk membuang pikiran negatif itu dengan meminta
petunjuk pada-NYA InsyaALLAH siapapun jodoh kita kelak ia tidak lain adalah
cerminan dari diri kita sendiri”.
“Dhea akan coba kak,
Teurimong Geunaseh kakak loen...” Dhea langsung memelukku sayang.
“sama-sama adek loen,
udah ah sekarang kita tidur yuk besok mesti ke kantor lagi kan” aku melerai
pelukannya.
“iya kak” Dhea segera
menarik selimut.
“kak boleh Dhea bertanya?”
tanya Dhea saat kami sudah berbaring.
“iya, apa Dee?”
“Apa kakak masih menanti
Bang Aril?”
Aku kaget, namun berusaha
tenang “Maksud Dhea apa bertanya seperti itu?”
“maafkan atas kelancangan
Dhea sebelumnya kak, jujur Dhea masih berharap kakak bisa bersama dengan Abang
Aril”.
Aku menghela nafas “
Jodoh itu rahasia ALLAH Dee, biarlah ALLAH yang mengatur segalanya.. udah ah,
kakak ngantuk” aku mulai memejamkan mata.
‘Kamu takkan pernah mengerti Dee, bagaimana
rasanya Menunggu seseorang yang ternyata tidak
menunggu kita, sama saja seperti kita menunggu kereta lewat di halte bus. Tidak akan lewat sampai
kapan pun itu kereta. Menyakitkan
memang. Tapi hidup ini memang harus dihadapi dengan tegak nan gagah, bukan penuh
keluh kesah’ gumamku dalam hati.
.. To Be Continue...
Alue-Bilie, 27 April 2014
(22.30)
@afri_azzahra..

Comments
Post a Comment