Love With Your heart,not yours eyes Bab 6


Siluit awan kelam telah tergambar jelas di angkasa sesekali angin bertiup kencang, sayup-sayup lantunan ayat-ayat Al-qur’an dari masjid mulai terdengar diantara kemacetan lalu lintas jalanan Darussalam. Nazril berulang kali membunyikan klason mobilnya dengan tidak sabaran, sudah hampir setengah jam mobilnya terjebak kemacetan.
“Sabar pak, di depan ada kecelakaan” ujar seorang pria yang mengendarai sepeda motor di sebelah mobilnya.
Nazril menoleh sekilas dan mengangguk mengerti, Raut lelah tergambar jelas di wajahnya, tadi siang baru saja kembali dari jakarta mengikuti seminar wirausahawan selama seminggu, awalnya begitu sampai di Bandara Sultan Iskandar Muda ia ingin langsung pulang untuk beristirahat. Tapi telepon dari stafnya  mengharuskannya kembali ke kantor. Perusahaan percetakan yang dikelolanya memang sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, di tambah lagi dengan ikut bekerja sama dengan salah satu lembaga penulis di Aceh awal tahun depan ada puluhan buku yang harus di cetak.
...
Nazril
Aku bersyukur, di usiaku kini,  telah memiliki pekerjaan yang mapan, dan secara finansial segala kebutuhanku bisa dengan mudah terpenuhi di tambah lagi dengan pendapatan dari usaha kuliner yang ku  rintis bersama teman-teman semasa kuliah.  Maka tidaklah mengherankan jika mamanya selalu mendesak untuk segera menikah.  Apalagi setelah pertunanganku dengan pilihan mama.
Hey apa kabar, si gedut itu? Rasanya sudah lama aku tak melihatnya.. walaupun mama mengatakan dia kuliah di banda namun sampai hari ini aku masih enggan menemuinya. Entahlah sampai saat hanya Cut Diana saja gadis yang bisa membuatku nyaman walaupun dia berada jauh di negeri sakura sana.  Beberapa minggu lalu, Dhea sepupu resekku itu telah mengatur rencana pertemuanku dengan si gadis gendut itu, namun rencana tersebut dengan mudah ku ketahui setelah tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan mama, jadi segera ku atur strategi untuk mengagalkan rencananya itu. Dan dapat di pastikan setelah itu Dhea tak pernah lagi berusaha mempertemukanku dengan gadis itu, selain omelan yang meluncur dari mulutnya setiap kami bertemu.
Ddrrttt..ddrrrtt...drrtt....Blankberry yang di letakkan di dasbor mobil bergetar membuyarkan lamunanku, tanpa melihat siapa yang menelepon, langsung menekan tombol jawab.
“Halo, ma iya nazril pulang ini masih terjebak macet” sapaku..
“Assalamu’alaikum dulu Nak” jawab suara lembut mama terdengar di seberang sana,
“Wa..Wa’alaikum salam ma, hee..” tiba-tiba aku jadi malu sendiri, sesaat di lirik pria yang mendendarai sepeda motor di sampingnya. ‘ semoga bapak itu tidak mendengarnya’.
“halo, nazril” suara mamanya kembali terdengar dari benda mungil yang sudah menempel di telinganya.
“iya, Ma sepertinya Nazril akan telat sampai kerumah”
“iya yang penting kamu pulang, ingat nazril sudah seminggu kamu tidak pulang kerumah, jangan bilang kamu semakin tak terurus ya “
“iya mamaku sayang, bukannkah hampir setiap hari mama menelpon Nazril terus mengingatkan ini itu” ujarku . mengingat bagaimana sifat over protektif mama selama aku pergi kemarin, bahkan perhatian mama padaku masih kalah di bandingkan Cut Diana.
“mama akan berhenti mengingatkanmu jika kamu segera menikah dengan Nisya, jadi mama tak perlu khawatir lagi dengan keadaanmu”
Deeg..! aku menelen ludah menahan kesal, kembali mama mengungkit masalah yang selalu ingin ku hindari akhir-akhir ini.  Namun kali ini aku terselamatkan dari ceramah tak berkesudahan mama seiring dengan kumandang azan magrib dari masjid Baitturahman yang tak jauh di depanku.
“ma, sudah azan nih, nazril shalat dulu nanti sampai rumah kita lanjutin lagi obrolannya ya Assalamu’alaikum..” segera ku putuskan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari mama.
____

Usai menunaikan Shalat Magrib, Bersama puluhan jamaah lainya Nazril mendengarkan Halaqah Magrib  yang di sampaikan oleh Ustadz Syukri Daud yang juga di siarkan langsung di Radio Baiturrahman. Kali ini Ustadz Syukri Daud menyampaikan tentang pentingnya rasa syukur dan berbagi.
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya ALLAH  benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Quran, Surah An-Nahl :18)

Saudaraku sekalian kita tidak akan mampu menghitung nikmat ALLAH. Mengapa tidak bisa? Karena terlalu BESARNYA…. Segala puji bagi ALLAH, belum sempat bibir kita mengucap syukur kepada ALLAH ketika nikmat itu datang, maka datang lagi nikmat ALLAH yang lainnya. Betapa besarnya nikmat ALLAH.
Namun, kebanyakan manusia itu dhalim. Sedikit sekali manusia yang bersyukur, mereka mengkufuri nikmat ALLAH Subhanahu wa Ta’ala.

Katakanlah: ”Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (Al-Quran, Surah Al-Mulk : 23)

Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan perasaan bersyukur kepada ALLAH sehingga mengantarkan kita untuk bersyukur kepada-Nya.
...
Nazril mendengarkan seluruh Tausiyah yang di sampaikan dengan khusyuk, hati kecilnya tersentuh dengan materi yang di sampaikan. Betapa masih kurangnya rasa syukur pada dirinya, dalam hati ia beristikfar berulang kali.
Ba’da Isya Nazril baru keluar dari masjid menuju parkiran, namun langkahnya terhenti di tangga masjid manakala melihat hujan turun dengan derasnya.  Beberapa jamah ada yang langsung pulang ada juga yang masih berada di dalam masjid. Tiba-tiba perhatiannya beralih pada sesosok gadis yang berbalut gamis dan jilbab lebar berwarna coklat berdiri tak jauh darinya. gadis itu menhadap kedepan, tangannya terulur ke depan seolah menahan air hujan yang turun dan beberapa kali  memandang langit. Bibir nazril terukir senyum melihat tingkah gadis itu, mengingatkannya pada seseorang. 
Beberapa detik ia perhatiannya terus terfokus pada wanita yang berdiri tak jauh darinya itu, wajahnya tak terlihat jelas namun dari pakaian yang di kenakannya membuat Nazril enggan melepaskan pandangan dari sosoknya. Hingga saat hujan reda dan gadis itu  mulai menuruni anak tangga dia mengikutinya dari belakang tanpa suara.
Dan tepat di beberapa anak tangga terakhir nazril melihat gadis itu terpeleset dan tubuhnya oleng , dengan sigap Nazril  menarik tangannya hingga gadis itu tidak terjatuh dan berhadapan dengannya,.
“Astaghfirullah.. Ya ALLAH” pekik gadis itu dalam keterkejutannya.
Dan Nazril melihat dengan jelas wajahnya, ‘Cantik’ hanya itu kata yang terekam di ingatannya dan sontak saja ia tak bisa mengontrol degup jantungnya yang berdetak melebihi kecepatan maksimal. 
Namun gadis itu, segera menundukkan pandangannya dan mencoba melepaskan gengaman tangan nazril.
“maaf, “ ucap Nazril serayan melepaskan tangannya.
Gadis itu mengangguk dan terus berjalan menuruni tangga, meninggalkan Nazril yang masih mematung memandangnya.
“Heii.. tunggu!” panggil Nazril saat  tersadar. Namun gadis itu bukannya berhenti, malah terus berlari setelah melewati anak tangga terakhir..
___
Tuing-Tuing..__^
To Be Continue...
Kira-kira gadis itu siapa ya? ;)
 
Alue-Bilie, 12 Shafar 1435H (18.25 Wib)
 

Comments

Popular posts from this blog

Cerpen :: Surat Cinta Nafisah ::

Kuliner Menu Berbuka Puasa Khas Aceh

Tradisi Meugang di Tengah Pandemi Covid-19