Love With Your heart,not yours eyes Bab 2
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula) dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) ". (QS.An-Nur 24:(26)).
----
Nisya Azzahra
Aku tak tahu apakah keputusan yang ku ambil ini sepenuhnya benar, namun melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah bunda membuatku tak tega mengatakan penolakan akan perjodohan ini. Beberapa malam telah ku lalui dengan mengharap dan meminta pada-Nya lewat sujud-sujudku dan hari ini ku mantapkan hati untuk menerima segala keinginan bunda tentang perjodohan ini. Dan kini aku telah kembali ke kampung, menemui bunda. Sejak kedatanganku kemarin sore bunda selalu terlihat sibuk mempersiapkan semuanya untuk acara hari ini, bahkan tanpa sepengetahuanku bunda sudah menghubungi susi temanku semasa SD yang kini bekerja di salon kecantikan untuk datang mendandaniku hari ini. Jujur aku tak menyukai nya sejak dulu berdandan bukanlah hobiku apalagi untuk dandanan yang menor.
“Bunda, Sya rasa tak perlulah memakai kebaya inikah Cuma acara lamaran lagipula jilbab yang di bawa susi itu tidak termasuk dalam kategori jilbab syar’I yang bisa di pakai”komentarku pada bunda untuk kesekian kalinya, tentunya saat susi belum datang.
“jadi Sya mau pakai yang bagaimana juga?”. Bunda mulai bosan dengan permintaanku itu akhirnya bersuara juga.
Aku segera membuka lemari pakaianku dan mengambil sebuah gamis hijau dan pasmina bewarna senada.
“Sya mau pakai yang ini saja, Sya ngak mau mengenakan sesuatu yang membuat Sya ngak nyaman apalagi mengambarkan lekuk tubuh” ujarku meyakinkan.
Bunda menggeleng kepala, “Ya sudah kenakanlah, tapi nanti biar susi yang merias wajahmu”
Aku tak menjawab, melainkan segera masuk ke kamar mandi untuk menganti pakaian, saat aku keluar susi telah datang dengan perlengkapan Make Up-nya. Ia trsenyum padaku.
“Ya sudah Susi, tolong dandani Sya ya, makcik mau melihat ibu-ibu yang sedang membuatRanup batee(1) dulu”
Bunda segera berlalu meninggalkan kami. Setelah bunda pergi aku berpesan pada susi untuk mendandaniku tidak berlebihan aku ingin yang simple saja.
----
Author
Usai shalat Dhuhur rombongan keluarga pak yusuf dan ibu maryam telah tiba di kediaman Nisya di dampingi seorang pakcik yang bertugas sebagai Theulangke(2), karena ini acara lamaran atau Jakba tanda maka yang hadir hanya keluarga terdekat saja. Acarapun telah di mulai setelah acara pembicaraan kedua keluarga usai, Bu Maryam yang duduk di sebelah Nisya menyematkan cincin di jari manis Nisya. Dalam adat Aceh acara pertunangan tidak di hadiri oleh calon mempelai laki-laki maka Hari ini Nasya tak bertemu dengan Nazril.
“Alhamdulillah, cantiknya calon menantu mama”. Bu Maryam tak dapat menyembunyikan kekagumannya saat Nasya mencium tangannya.
“Iya ma, Kak Sya cantik walau tanpa make up yang berlebihan ini pertama kami bertemu lagi setelah beberapa tahun yang lalu” timpal Dhea Adik Nazril yang duduk di sebelah mamanya.
Usai jamuan makan, rombongan keluarga Nazril pamit pulang. Bunda mengantarkan mereka hingga ke depan. Sebelum pulang Ibu Maryam berpesan pada Nisya “Jika libur kuliah sudah selesai kabari mama atau Dhea ya, Nanti biar di jemput”.
“Tak perlu ma, nanti hanya akan merepotkan saja, Sya bisa balik sendiri” Nisya tak mau merepotkan.
“tak apa kak, nanti biar dhea yang temani bang Nazril jemput kakak”. Sambung Dhe.
Nisya hanya diam saja, tak ingin menangapinya, terlalu banyak pikiran yang bermain di kepalanya saat ini. Di rabanya cincin yang melingkar indah di jarinya jauh di sudut hatinya ada sebuah beban yang mulai membayanginya.
“Ya ALLAH, jika ini yang terbaik menurut-Mu berilah aku kekuatan untuk menghadapi semuanya, semoga dia benar-benar jodoh yang telah Engkau tuliskan untukku di Lauh Mahfuzh” pinta Nisya dalam hati.
====
Teng…teng…teng… akhirnya dapat juga inspirasi untuk menulis kelanjutan kisah ini..
maaf tidak terlalu panjang, Author lagi banyak pikiran :D
Kritik dan saran nya jangan lupa ya..
To be Continue… :)Semoga Bermanfaat...
Alue-Bilie, Selasa (23.27 Wib) 10 September 2013
Comments
Post a Comment