Love With Your heart,not yours eyes Bab 1
Tiba-tiba terinspirasi menulis kisah tentang pernikahan.. hehee…
"Rasa Cinta memang tak selamanya hadir di awal, namun rasa sayanglah yang dapat mengubah benci menjadi cinta..."
----
“Ril, mama ingin kamu menikah dengan Nisya”.
“Apaaa……?!” Aril hampir tersedak mendengar perkataan ibunya. Niatnya untuk menikmati nasi goreng spesial ala bik Isah lenyap seketika.
Maryam mengangguk “iya, mama dan papa sudah mempersiapkan semuanya dua minggu lagi kalian menikah tepat di hari ulang tahun Nisya”
Mata aril membulat menatap mamanya, mencoba mencerna kembali kata-kata ibunya, kemungkinan besar ia mengalami gangguan pendengaran.
“Aril… kamu dengar mama kan?”. Tanya mama
“ma, mama jangan bercanda aril tak ingin menikah dengan dia” jawab Aril tegas
“mama tidak mau mendengar apapun alasanmu lagi, dan kamu akan tetap menikah dengan Nisya”.ujar mama tak kalah tegas.
“Ma, apa mama ngak salah pilih calon menantu? Menikahi gadis gendut dan nyebelin macam dia Aril tak sudi” Aril bangkit dari tempat duduknya ingin segera meninggalkan meja makan.
“ Namanya Nisya,Ril… Nisya Azzahra “
“apapun itu Aril ngak sudi” Aril berlalu
“Ril kamu jangan lupa janjimu dengan Almahum Kakek! “
Aril terpaku menghentikan langkahnya, diam sejenak dan berlalu menuju mobilnya.
______
flasback
Dua belas tahun yang lalu…
“Hai dudut bisa berhenti menangis tidak!”. Aril menahan kesal melihat Gadis kecil di sampingnya masih menangis. Puas dia memujuk tapi tangis gadis kecil di sampingnya tak juga berhenti.
“dudut… Aril bilang berhenti menangis! Bikin susah aja tadi siapa suruh ikut Aril “
“ Sya, mau maen juga tapi kenapa Aril marah-marah sama Sya?” ujar gadis yang di panggil dudut terisak-isak, wajah tembemnya memerah karena menangis..
“abisnya dudut bikin malu Aril, kemana-mana ikut Aril maen bola dut ikut pergi mancing ndut ikut, kesekolah bareng aril lagi, padahal kita kan bukan sodara”. Omel Aril
“tapi bunda dan mama bilang Sya bole maen sama Aril”. Gadis kecil itu memeluk lengannya
“udah deh, sekarang kita pulang dan jangan bilang apa-apa sama mama kalo tidak Aril tak mau berteman lagi dengan dudut”. Akhirnya Aril mengalah dan berjalan pulang Gadis kecil itu mengikutinya dari belakang.
Sesampai di rumah..
“Aril, Sya kenapa menangis?” tanya mama Aril saat melihat Sya masuk ke rumahnya yang berada di samping rumah mereka.
Aril memasang muka masam dan langsung masuk kedalam tanpa menjawab pertanyaan mamanya. Dalam hati ia mengerutu ‘dudut selalu saja nyusahin’
----
Now…
=Nasya Azzahra=
“hayoo, kenapa melamun Sya?’’ tegur Mila yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingku
“MasyaALLAH, Mila kamu buat aku kaget tahu..”. spontan aku memegang dada
“Upss.. maaf, abisnya aku panggil dari tadi kamu ngak menjawab, khusyuk sekali dengan hapemu itu” celoteh Mila.
Aku tersenyum padanya “barusan Bunda menelponku”. Jawabku tanpa di pinta.
“Trus bagaimana?” Mila mengerutkan keningnya tanda penasaran
Aku menarik nafas pelan “bunda memintaku pulang paling lambat lusa”
“pulanglah, lagi pula awal minggu ini kita sudah libur semester” Mila tersenyum padaku.
“tapi tak semudah itu Mil, kamu tau kan maksudku”. Aku menatap wajah sahabat baikku dengan tatap memelas berharap menemukan jawaban darinya.
“Soal lamaran itu?”
Aku mengangguk, mila memelukku seakan tahu aku hampir menangis
“ Sya, Kamu pasti bisa menjalaninya” “aku takut mengecewakan bunda dan Almahum kakek tapi aku juga tak menginginkan pernikahan itu”. Air mata yang coba ku tahan akhirnya tumpah juga.
“Hasil Istikharahmu?”. Tanyanya serayan melepas pelukannya.
Aku mengangguk, mungkin inilah jalanku..
-----
To Be Continue….
Mohon Saran dan kritikannya ya…

Comments
Post a Comment